Kumpulan cerpen

 PERBEDAAN BUKAN JADI PENGHALANG

Reno adalah seorang yang penuh semangat walau kehidupan nya pas-pasan. Pada suatu hari ia mengikuti sebuah wawancara untuk menjadi perawat seseorang yang bernama Putra Alexander. Putra ini menderita kelumpuhan namun dia adalah seorang yang kaya raya. Berbeda dengan calon perawat lain, ternyata alasan Reno untuk mengikuti wawancara itu bukanlah ingin untuk menjadi perawatnya si Putra, tetapi supaya mendapat tanda tangan bukti kehadirannya di wawancara tersebut. Agar Reno dapat mencairkan dana bantuan dari pemerintah. Di tengah wawancara, Reno sampai berdebat dengan Putra dan beradu pengetahuan tentang seni. Ia juga merayu asisten cantik putra yang bernama Ayu. Melihat kelakuan Reno yang mengesalkan tadinya Putra berencana ingin menolak si Reno. Tapi karena kasihan, Putra berjanji besok akan menandatangani surat wawancaranya. Setelah wawancara dan akan pulang. Reno mengambil sebuah telur hias yang ada di rumahnya Putra.

Reno pun pulang kerumah kecilnya yang sesak, karena ia tinggal dengan adik-adiknya. Tak berapa lama ibunya pulang dari kerja, ibunya sangat marah besar kepada Reno karena sebenarnya Reno telah pergi selama 10 bulan tanpa kabar dan sampai sekarang ini belum punya pekerjaan. Mengetahui anak yang paling tuanya ini tidak bisa diandalkan, Reno pun di usir dari rumah. 

Keesokan harinya, Reno kembali datang kerumah Putra untuk mengambil surat wawancaranya. Tapi kemudian Reno kaget karena mendengar cerita dari kepala perawat yang ada di rumah Putra. Perawat itu  berkata bahwa sudah banyak perawat yang datang dan pergi dengan cepat. Mereka tidak tahan bekerja selama seminggu disana. Meskipun jam kerjanya panjang yaitu 24 jam. Tetapi mereka sudah di tunjang dengan fasilitas yang sangat memuaskan, mulai dari tempat tidur yang sangat mewah dan makan makanan yang enak setiap hari.

Dan tidak disangka. Ternyata Putra malah memilih Reno sebagai perawatnya selama sebulan sebagai percobaan. Karena Reno sedang menganggur dan baru di usir oleh ibunya.  Akhirnya ia menerima pekerjaan itu. Lalu tugas Reno sebagai perawat Putra pun di mulai

Dihari pertamanya bekerja, Reno sering membuat kesalahan. Seperti ketiduran saat memijat Putra, membersihkan kaki Putra dengan sampo, hingga tidak sengaja menumpahkan air panas ke kaki Putra yang mati rasa karena lumpuh dan sampailah saat Reno di tugaskan untuk membersihkan kotoran Putra. Di situ Reno langsung marah dan tidak mau mengerjakannya karena merasa jijik. Akhirnya pekerjaan itu dilakukan perawat lain. Kemudian tugas demi tugas Reno pun berlanjut. 

Keesokan harinya saat Reno ingin mengantarkan Putra ke pameran lukisan. Putra menolak memakai mobil yang mirip seperti ambulan. Akhirnya Reno memilih mobil lain yang lebih mewah. Saat sampai di pameran, Reno terheran karena Putra terus mamandangi salah satu lukisan abstrak selama satu jam lamanya. Padahal menurut Reno, itu hanyalah sebuah lukisan yang asal-asalan. Setelah lama memandangi lukisan tersebut, Putra pun berniat membeli lukisan tersebut dengan harga 900 juta rupiah. Reno pun kaget dengan apa yang dilakukan oleh Putra tersebut. Tetapi karena ia mengetahui bahwa Putra itu kaya, Reno pun membiarkannya.

Beberapa waktu kemudian, ada teman Putra yang menyuruh ia berhati-hati dengan Reno. Karena ternyata si Reno ini baru saja bebas dari penjara selama 10 bulan karena mencuri. Ia juga mengatakan bahwa Reno adalah orang yang keras dan berandalan. Namun, Putra membenarkan kepada rekannya bahwa Reno adalah orang yang sangat baik dan tidak seperti apa yang ia pikirkan. Putra berkata begitu karena ia sangat puas dengan perawatan yang diberikan Reno kepadanya. Putra juga memberitahu kelebihan Reno yaitu dapat menghibur orang dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Keesokan harinya, Reno akhirnya mengetahui rahasia Putra yang membuatnya cukup kaget. Ternyata selama ini Putra sering mengirim surat kepada wanita yang bernama Dewi. Dan sejak saat itu Reno sangat penasaran dengan hubungan Putra dengan wanita tersebut.

Dan beberapa hari kemudian. Reno melihat Putra yang demam dan sesak nafas karena efek samping dari pengobatannya. Mengetahui bahwa saat itu Putra sedang butuh sekali udara segar. Reno pun langsung membawanya keluar rumah dengan membawa kursi roda. Reno mengajak Putra mengelilingi kota menikmati pemandangan sebelum matahari terbit. Selama perjalanan Reno bertanya. Bagaimana hubungan antara Putra dengan Dewi. Karena ia bingung bagaimana caranya ia bisa bermesraan dengan wanita sedangkan tubuhnya mulai dari leher sampai ujung kakinya itu lumpuh. Putra pun menjawab bahwa ia bisa merasakan hal itu dengan pendengarannya. Disitu Putra juga menceritakan kenangan indah bersama istrinya yang bernama Lisa. Ia menceritakan bahwa Lisa adalah wanita yang sangat baik. Ia merasa bahagia dengan pernikannya selama 28 tahun lamanya. Namun. Lisa yang kehilangan banyak darah saat keguguran. Akhirnya meninggal dunia. Sejak itu Putra mengadopsi seorang anak perempuan yang bernama Sila. Putra juga mengatakan bahwa bukan penyakit ini yang membuatnya menderita.  Tetapi yang membuatnya menderita adalah kenyataan  bahwa Lisa telah pergi untuk selamanya. Putra juga menceritakan, meski ia sudah melakukan pengobatan dengan biaya yang sangat mahal. Ia tetap saja diperkirakan akan hidup hanya sampai umur 60 tahun.

Setelah lama melewati obrolan yang sangat hangat dan akrab. Akhirnya Putra menunjuk Reno sebagai perawat tetapnya. Karena ia telah berhasil melewati masa percobaannya dengan baik. Namun diwaktu bersamaan, Putra juga meminta Reno untuk mengembalikan telur hias pemberian dari Lisa. Karena diam-diam, Putra mengetahui bahwa Reno sering mencuri barang-barang yang ada di rumahnya. Namun disitu Reno bilang tidak tahu tentang telur yang dimaksud Putra. Padahal didalam hati. Si Reno telah lupa meletakkan telur itu dimana.

Keesokan harinya Reno menjemput adiknya yang baru saja pulang sekolah. Tetapi sewaktu perjalanan ia mampir dulu ke kantor polisi karena salah satu adiknya terseret kasus narkoba. Untungnya adek laki-laki Reno ini di bebaskan karena masih di bawah umur.

Setelah selesai menjemput adiknya dan kembali ke rumah Putra, Reno sedang melihat Putra yang sedang menulis puisi untuk Dewi dengan bantuan Ayu. Reno pun menertawakannya karena puisi itu hanya berisi rayuan-rayuan gombal saja. Disitu Reno kaget bahwa sebenarnya Putra belum pernah bertemu langsung dengan Dewi. Padahal mereka sudah kenal selama 8 bulan. Karena kesal dengan hubungannya yang tidak jelas. Reno pun langsung menelpon Dewi yang nomornya ada di surat. Setelah dipaksa oleh Reno. Akhirnya Putra mau bicara dengan Dewi. Ia juga mengirimkan fotonya kepada Dewi.

Beberapa hari kemudian saat Reno mengantarkan Putra ke sebuah teater. Reno meyakinkan bahwa, seharusnya ia tidak perlu minder dengan kekurangan fisiknya. Ia mengatakan bahwa cewek sekarang lebih memilih  cowok yang tajir dari pada memandang fisiknya. Momen kebersamaan mereka berdua itu pun terasa dekat dan hangat.

Hari demi hari telah di lewati. Hingga suatu saat Reno mengamuk karena putrinya si Putra itu berlaku tidak sopan kepadanya. Tetapi ternyata sikap tidak sopan itu tidak hanya kepada Reno saja. Tetapi juga kepada seluruh perawat yang ada di rumah tersebut. Lalu Reno meminta izin kepada Putra untuk memberi pelajaran kepada putrinya itu agar mau berubah. Namun Putra melarang Reno karena ia merasa tidak tega. Karena kesal dengan sikap Putra yang selalu memanjakan putrinya itu, Reno lalu bergegas menuju kekamarnya dengan perasaan yang kesal. Tak lama kemudian. Reno terlihat membuat lukisan abstrak yang dulu di anggapnya aneh. Di sisi lain.  Berkat dorongan dari Reno. Kini Putra sudah berani menegur putrinya untuk berlaku sopan kepada orang lain. Setelah itu Reno terus menjalankan aktivitasnya sebagai perawat.Tetapi kini agak berbeda. Jika sebelumnya Reno menjalan kan tugas nya dengan serius dan tegang. Tetapi kini ia menjalankanya dengan santai dan enjoy. Seakan-akan merawat Putra itu adalah hiburan tersendiri bagi Reno.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Reno dan Putra pun semakin akrab. Setelah itu Putra bersiap mengadakan ulang tahunnya. Tapi sebelum hari ulang tahunnya. Ia berkata pada Reno bahwa ia bosan dengan perlakuan keluarganya yang memberlakukan dirinya seperti orang yang sekarat. Secara tidak langsung, perkataannya itu mengisyaratkan kepada Reno bahwa Reno lebih memperlakukan ia secara manusiawi.

Dan akhirnya pesta ulang tahun Putra pun tiba. Ia juga sudah mengundang grup musik orkestra untuk mengisi acaranya. Disisi lain, Reno melihat Sila yang sedang mengurung diri di dalam kamar sambil menangis. Ia pun mendekatinya dan bertanya apa yang telah membuat dia menangis. Sila menjawab bahwa ia baru saja si putusin pacarnya yang bernama Bagas. Sila pun meminta Reno untuk berbicara dengan Bagas. Awalnya Reno menolak dengan alasan ia tidak mau mencapuri urusannya. Setelah Sila menawarinya dengan imbalan uang. Akhirnya ia pun mau. Disisi lain Putra sedang menawarkan lukisan yang dibuat Reno dengan tangannya sendiri. Ia menawarkannya dengan harga 120 juta. Di saat pesta ulang tahunnya berlangsung, tiba-tiba Reno berjoget dan mengajak semua tamu undangan untuk menari bersamanya. Hal itu Reno lakukan hanya untuk menghibur Putra karena menurutnya acara ulang tahunnya selama ini terasa membosankan. Dan akhirnya Reno bisa membuat Putra tertawa bahagia. Setelah acara ulang tahun itu selesai. Reno langsung mengantarkan Putra kekamarnya. Ia memberikan surat balasan dari Dewi. Dan ternyata surat itu berisi bahwa ia akan datang ke kota untuk menemui Putra. Tak hanya itu, ia juga mengirimkan fotonya yang sangat cantik. Putra pun merasa sangat bahagia. Sampai-sampai ia tidak bisa tidur.

Dan hari yang dinantikan Putra itu pun tiba. Ia pun bersiap untuk menemui Dewi dengan didampingi oleh asistennya. Disisi lain, Reno menyuruh Bagas untuk meminta maaf kepada Sila karena telah memutuskan hubungan mereka. Setelah itu Reno datang ke tempat ibunya bekerja. Namun Karena ia masih merasa bersalah, ia pun hanya memandangi ibunya dari kejauhan lalu pergi. Disisi lain, Putra merasa gugup karena takut Dewi kecewa dengan kondisi fisiknya. Akhirnya Putra pun pergi bersama asistennya dan tidak jadi menemui Dewi. Namun sayangnya saat ia baru saja keluar. Ia berpapasan dengan Dewi. Tapi Putra tidak menyadari kalau wanita cantik yang baru saja lewat didepannya itu adalah Dewi. 

Hari demi hari pun berlalu. Putra berusaha melupakan Dewi. Dan pada suatu hari, Putra mengajak Reno untuk naik pesawat pribadinya. Saat di dalam pesawat Putra memberikan uang sebesar 120 juta kepada Reno. Putra berkata bahwa uang itu adalah hasil penjualan lukisan yang di buat oleh Reno. Ia juga mengatakan bahwa Reno sangat berbakat dalam membuat lukisan abstrak. 

Hari berikutnya mereka lalui dengan traveling dan jalan-jalan. Kini mereka sudah tidak lagi seperti bos dan karyawan. Mereka sudah seperti sahabat yang sangat akrab. Dan tibalah saat mereka pulang kerumah. Ia bertemu dengan salah satu adik Reno. Ia datang ketempat kerja kakaknya karena ia telah diusir oleh ibunya karena telah mengetahui kasus narkobanya. Karena itu Reno kemudian memarahi adiknya karena selalu membuat kekacauan. Tak lama kemudian Reno dipanggil Putra ke ruangannya. Disana Putra menanyakan tentang masa lalu dan kehidupan pribadi Reno. Disitu akhirnya ia mengakui bahwa dulu sebenarnya ia adalah seorang anak yatim piatu yang diadopsi sejak umur 6 tahun. Perempuan yang selama ini di panggil ibu olehnya sebenarnya adalah bibinya. Dan adik laki-laki nya itu juga sebenarnya adalah seorang anak yang lahir tanpa ayah. Karena sebenarnya, dulu bibinya itu sering pulang malam dan tiba-tiba hamil. Mendengar cerita kelam Reno pada masa lalu. Perasaan Putra pun menjadi campur aduk. Karena selama ini Reno di matanya selalu terlihat bahagia. Ternyata punya cerita yang kelam di masa lalunya. Lalu Putra menyuruh Reno untuk berhenti bekerja dan fokus untuk memperbaiki masalah keluarganya. Alasan lain Putra memberhentikan Reno adalah supaya Reno dapat lebih sukses bekerja di tempat lain. Dan tidak melulu menjadi perawat. Putra mengatakan bahwa perawat yang dilakukan Reno selama ini sangatlah memuaskan. Sebenarnya ia juga tidak rela melepas Reno. Tapi disitu, karena demi sahabat, ia rela melakukannya. 

Pagi hari ketika Reno akan pergi. Seluruh perawat dirumah itu sangat sedih. Karena selama kedatangan Reno membawa keceriaan dan kegembiraan di rumah tersebut. Akhirnya mereka semua pun berpisah. Reno dan adiknya lalu pergi dari rumah Putra. Saat perjalanan pulang mereka berniat untuk menjemput ibunya yang baru pulang kerja. .Mereka langsung menunduk dan meminta maaf kepada sang ibu dan membantu membawa tas bawaan ibunya. Semarah apapun ibu yang telah mengusirnya dari rumah. Namun ibunya tetap memaafkan kesalahan anaknya. Kemudian mereka bertiga pun berjalan pulang menuju ke rumah.

Beberapa waktu kemudia Reno melamar pekerjaan menjadi kurir disuatu perusahaan. Di sisi lain kini Putra mendapatkan perawat baru. Namun perawatnya tidak sama dengan Reno yang merawatnya dengan penuh canda tawa. Putra pun sekarang lebih sering diam seperti merasa tidak nyaman karena tidak ada yang menghiburnya. Hingga suatu malam Putra mengalami sesak nafas dan ditolong oleh perawatnya. Namun Putra menolak. Kemudian asistennya menemui Reno dan menyuruhnya untuk kembali merawat Putra seperti dulu.

Kesokan harinya. Reno datang kerumah Putra untuk melihat keadaannya. Putra  pun merasa bahagia sekaligus sedih. Si situ Reno lansung mencairkan suasana dengan mengejek penampilan Putra yang sekarang mukanya di tumbuhi oleh jenggot dan kumis yang begitu lebat. Hal tersebut pun mengingatkan waktu kebersamaan mereka  saat dulu. Beberapa  waktu kemudian, Reno mengajak Putra ke suatu tempat. Disitu Reno memacu mobilnya dengan sangat kencang hingga ia di tangkap polisi. Reno pun tidak kehabisan akal. Putra dijadikan alasan. Ia berkata bahwa sekarang Putra butuh pertolongan yang sangat cepat karena stroke-nya kambuh. Akhirnya para polisi tidak jadi menilangnya. Dan ia malah mengawal mereka menuju rumah sakit. Ketika sudah sampai dirumah sakit dan polisi itu sudah pergi. Reno pun bergegas mengajak Putra ketempat yang sangat jauh. Untuk menghabiskan waktu bersama sebagai seorang sahabat. Ternyata Reno mengajak Putra kesebuah pantai dan menikmati udara segar yang selama ini tidak ia rasakan di rumahnya. 

Keesokan harinya Reno mengajak Putra pergi makan siang di sebuah restoran. Dan baru sebentar saja Reno duduk , ia pun meminta izin untuk pergi karena ada urusan yang sangat penting. Ia juga memberikan telur hias yang sebelumnya pernah di curi Reno dari rumahnya. Ia pun berkata bahwa akan ada orang spesial yang akan datang menemuinya. Lalu Reno langsung pergi dan meningalkan Putra sendirian di sana. Kepergian Reno yang sangat mendadak membuat Putra sangat bingung sekaligus gugup karena ia tidak tau siapa orang spesial yang di maksud Reno. Tak lama kemudian datang seorang wanita yang sangat cantik dan duduk didepannya. Ternyata wanita tersebut adalah Dewi. Diam-diam Reno telah merencanakan pertemuan antara Putra dan Dewi itu. Karena Reno tau, sebenarnya Putra masih menyimpan perasaan kepada Dewi. Dari kejauhan, Reno yang melihat pertemuan pertama mereka pun tersenyum lebar. Sambil berkata bahwa pertemuan antara Putra dan wanita yang ia sukai itu, merupakan hadiah terakhir yang dapat ia berikan sebagai seorang sahabat.


Karya: Miftakhul A.

Komentar